Pembuatan artikel suatu berita tidak hanya memperhatikan kerapihan tulisan, namun ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan agar maksud dan tujuan artikel yang dibuat dapat dimengerti dan dipahami oleh pembaca. Maka dari itu pada Kamis, 12 Desember 2013, bertempat di salah satu hotel di Kota Jakarta, Pusat Informasi Obat dan Makanan mengadakan Pelatihan bagaimana cara membuat artikel suatu berita. Pelatihan yang bertemakan “Pembuatan Artikel Ilmiah yang Baik dan Menarik Pembaca, dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Edukasi Masyarakat Di Bidang Obat Dan Makanan” ini dihadiri oleh 25 peserta yang merupakan tim InfoPOM serta perwakilan unit kerja.
Pelatihan ini merupakan upaya peningkatan wawasan dan kompetensi di bidang penulisan dan penerbitan bagi pengelola penerbitan di Badan POM. Seperti diketahui, ada beberapa media penerbitan resmi Badan POM, antara lain adalah buletin InfoPOM, Warta POM, buletin MESO, dan Newsletter. Mayong Suryo Laksono, salah satu wartawan senior Indonesia, menjadi narasumber sekaligus instruktur dalam pelatihan ini.
"Penulisan ilmiah populer dianalogikan bagai mengaransemen musik pop untuk lagu klasik, yang berarti tulisan ilmiah harus dibuat ‘basah’ sehingga mudah dicerna oleh pembaca. Dalam hal ini pengelola media menjadi jembatan untuk mengomunikasikan pikiran penulis kepada pembaca", papar Mayong. Pada sesi praktek, peserta diajak untuk berlatih menyusun kerangka tulisan, lead dan bridge, bagaimana membuat paragraf yang baik, serta bagaimana menyunting tulisan. Diharapkan dengan pelatihan ini, KIE yang dilakukan oleh Badan POM melalui tulisan-tulisan pada media akan semakin menarik dan efektif.
Pusat Informasi Obat dan Makanan
